Kolaborasi Sekolah-Orang Tua Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Keterlibatan orang tua atau masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan itu sangat penting sekali selain sekolah. Umumnya tips yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan peningkatan kompetensi di semua unsur sekolah baik dari guru, staf hingga kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk mengimbangi tuntutan para orang tua dalam hal pendidikan anak.

Nah, yang kedua adalah membangun sosial capital dan caranya dengan memberdayakan orang tua dan masyarakat yang ada di lingkungan sekolah. Sebagai orang tua tentu saja harus ikut berperan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di bawah ini adalah beberapa cara meningkatkan mutu pendidikan yang perlu dilakukan oleh para orang tua.

Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan Oleh Orang Tua

Cara meningkatkan mutu pendidikan oleh orang tua yang perlu diterapkan atau dilakukan adalah :

  1. Fasilitas Belajar Cukup Memadai

Cara meningkatkan mutu pendidikan yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah dengan menyediakan fasilitas belajar yang cukup memadai untuk anak. Contohnya adalah memberikan meja belajar, tempat belajar, lampu belajar suasana belajar yang menyenangkan dan yang lainnya di rumah. Dengan begitu, harapannya anak bisa lebih rajin belajar di rumah sebab siswa tidak hanya belajar di sekolah saja.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua mestinya harus memberikan kenyamanan dalam belajar di rumah dengan memberikan sejumlah fasilitas belajar yang memadai. Anak-anak akan termotivasi untuk belajar jika diberikan fasilitas belajar yang nyaman sehingga bisa mendapatkan prestasi yang baik di sekolah karena rajin belajar.

  1. Memberikan Semangat dan Motivasi Belajar

Sebagai orang tua tentu saja wajib memberikan semangat dan motivasi belajar kepada anak. Oleh sebab itu, anak-anak akan terus belajar di rumah dengan baik dan untuk meningkatkan nilai di sekolah. Anda bisa memberikan teladan yang baik kepada anak supaya mereka bersemangat saat belajar. Memang peran orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan penting sekali khususnya di rumah.

Nah, itulah sebabnya orang tua harus bisa memberikan semangat dan motivasi belajar kepada anak supaya lebih rajin belajar. Beritahu kepada anak bahwa kegagalan adalah suatu proses untuk sukses asalkan tetap semangat belajar demi mendapatkan prestasi dan juga bisa menggapai cita-citanya kelak.

  1. Membelikan Buku dan Peralatan Tulis

Peran orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan yang perlu dilakukan berikutnya adalah dengan memberikan buku dan peralatan tulis. Siswa pasti membutuhkan buku dan peralatan tulis untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah. Seharusnya orang tua dapat memberikan buku dan peralatan tulis yang memadai untuk siswa belajar dengan baik.

Apalagi buku adalah salah satu sumber belajar sehingga orang tua harus membelikannya. Anda bisa membelikan buku siswa dari sekolah atau yang lain untuk mendukung kegiatan belajar anak. Dengan begitu anak Anda dapat belajar dengan baik karena didukung dengan buku dan peralatan tulisnya.

  1. Memberitahu Cara Mengatur Jadwal Kegiatan Belajar

Usahakan Anda sebagai orang tua memberitahukan cara mengatur jadwal kegiatan belajar anak dengan baik di rumah. Jika anak sudah di rumah berarti tanggung jawab orang tua dan tetap harus dipantau belajarnya. Oleh sebab itu, supaya anak tidak kesulitan selama belajar di rumah maka bisa diberitahu cara mengatur jadwal kegiatan belajar yang baik dan nyaman untuk anak.

Contohnya adalah dengan mengatur waktu menonton TV, bermain dan aktivitas lainnya sehingga anak dapat belajar dengan baik di rumah. Selain itu, prestasi anak pastinya dapat meningkat karena dapat mengatur waktu belajarnya dan kemudian didampingi juga oleh orang tua selama belajar.

  1. Menanyakan Kesulitan-kesulitan yang Dihadapi Anak

Hal yang perlu Anda tahu adalah tidak semua anak bisa menghadapi kesulitannya sendiri terutama yang berkaitan dengan masalah pendidikan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua perlu menanyakan kepada anak mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama di sekolah atau di rumah berkaitan dengan sekolah.

Usahakan Anda memberikan solusi yang baik dengan cara yang tepat kepada anak dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan hal ini cukup berpengaruh dengan kegiatan sekolahnya.

Seperti itulah beberapa cara meningkatkan mutu sekolah yang perlu diperhatikan oleh orang tua selama di rumah sehingga bisa bekerja sama secara baik dengan pihak sekolah.

Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan di Indonesia dimulai dari tingkat Pendidikan Usia Dini. Usia dini pada anak – anak menjadi usia yang sangat pas untuk mereka mendapatkan pembelajaran. Tak hanya belajar berhitung, bernyanyi, membaca, pendidikan ini juga berkaitan dengan pendidikan karakter anak.

Peningkatan mutu pada pendidikan anak usia dini menjadi salah satu langkah awal yang diambil untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia yang baik tentu saja menjadi dambaan setiap negara begitu pula dengan Indonesia. Indonesia terus melakukan upaya pemerataan pendidikan anak bahkan dari usia dini.

Pendidikan anak usia dini atau yang dikenal juga dengan PAUD. Mengingat usia 0-5 tahun merupakan usia emas pada anak dan sangat memegang peranan penting. Karena usia tersebut disebut juga dengan usia emas diperlukan peran guru yang berkompeten.

Guru Yang Berkompeten Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Saat ini menjadi seorang guru PAUD harus memiliki kompetensi pendidikan yang sesuai yaitu Pendidikan Guru PAUD atau biasa juga dikenal dengan PG PAUD. Namun ternyata masih banyak juga di luar sana guru PAUD yang masih belum memenuhi kompetensi sebagai seorang Guru PAUD.

Perlu adanya upaya peningkatan kualitas Guru PAUD sehingga dapat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan anak di usia dini. Guru perlu memiliki kompetensi seperti kepribadian yang baik, sosial, hingga profesional.

Menghadapi anak – anak tentu tidaklah mudah, oleh karena itu Guru PAUD harus sudah melalui pendidikan sehingga mengerti cara untuk mengatasi sikap dan sifat anak yang beragam. Khususnya anak yang masih berusia dini.

Selain itu, guru juga memerlukan kompetensi seperti mampu mengelola model pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa serta desain pembelajaran sehingga nantinya akan tercipta pembelajaran yang sesuai seperti yang diinginkan.

Kendala Yang Dihadapi Lembaga PAUD

Setiap sektor pendidikan di Indonesia pasti memiliki kendalanya masing-masing di mana kendala ini menjadi penghambat untuk peningkatan mutu bagi pendidikan anak-anak. Berikut ini merupakan kendala yang dihadapi oleh lembaga PAUD yang menghambat mutu pendidikan.

  1. Kualifikasi pendidikan guru yang masih belum sesuai dengan apa yang diwajibkan pemerintah.
  2. Pengalaman dalam mendidik siswa yang masih kurang juga bisa menjadi kendala.
  3. Minimnya sarana dan prasarana yang seharusnya dimiliki oleh sekolah guna menunjang proses pembelajaran pada anak usia dini.
  4. Pengelolaan secara swasta yang masih kekurangan biaya dalam proses operasional sehari-hari.
  5. Kesejahteraan dari guru PAUD ini masih relatif kecil.

Kendala tersebut diharapkan dapat segera teratasi dengan upaya yang terus dilakukan hingga saat ini.

Upaya Peningkatan Kualitas Guru PAUD Guna Peningkatan Mutu Pendidikan

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari guru PAUD. Berikut merupakan beberapa upaya yang harus dilakukan guna meningkatkan kualitas guru PAUD.

  • Memberikan beasiswa kepada guru yang masih belum sesuai dengan bidang ilmu dan kompetensi guru PAUD. Dengan begitu, guru tersebut bisa menjalankan tugas dengan baik dan mendapatkan bekal ilmu untuk menjalankan tugasnya sebagai guru PAUD.
  • Memberikan pengalaman lebih untuk meningkatkan kemampuan guru melalui kegiatan pelatihan ataupun melalui webinar.
  • Memberikan dukungan penuh bagi guru terkait teknologi, sarana dan prasarana yang menunjang kebutuhan belajar mengajar siswa usia dini.

Dengan melakukan upaya tersebut perlahan kualitas guru PAUD akan terus meningkat dan mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia juga akan terus mengalami peningkatan. Peningkatan kemampuan guru dalam mengajar perlu dilakukan karena guru sebagai pilar pertama yang langsung berhadapan kepada siswa.

Proses pembelajaran yang efektif dan efisien juga tentunya sangat dibutuhkan terutama dalam usia dini. Anak-anak mudah bosan dalam melakukan hal apa pun terutama yang menyangkut dengan proses pembelajaran. Sehingga diperlukan upaya untuk merancang model pembelajaran yang tidak membosankan bagi siswa.

Dengan model pembelajaran yang asyik dan nyaman bagi siswa akan membuat siswa menjadi lebih mudah memahami dan tentunya anak tidak akan cepat bosan untuk terus belajar. Dalam upaya menjaga kualitas dari guru PAUD ini perlu adanya kontrol dan pengawasan dari pihak kepala sekolah.

Perlu juga memperkuat komunikasi antara pihak sekolah, guru dan orang tua siswa sehingga mutu pendidikan akan terus meningkat.

Cara Optimalkan Keunggulan Pendidikan Indonesia

Pendidikan menjadi pilar yang sangat penting bagi suatu negara untuk menjadi negara yang unggul dan dapat bersaing dalam persaingan global. Sektor pendidikan dianggap dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan SDM yang berkualitas maka tingkat kesejahteraan nasional akan terus meningkat. Sebaliknya apabila tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih rendah tentu saja akan membuat kualitas kesejahteraan nasional juga kurang baik.

Mengenai sektor pendidikan di Indonesia sebenarnya masih sangat butuh perhatian khusus dari pemerintah. Masih ada beberapa poin dari pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal. Meskipun demikian pendidikan di Indonesia juga bisa bersaing dengan negara lainnya di Asia.

Memang dalam mengatasi pendidikan bukan masalah yang mudah. Terlebih lagi apabila masalah-masalah tersebut terjadi sudah dalam waktu yang cukup lama. Namun hingga kini pemerintah Indonesia masih terus mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai contoh terjadinya kesenjangan sosial antara sekolah satu dengan sekolah lainnya antara sekolah favorit dengan sekolah biasa. Saat ini sekolah favorit sudah tidak ada lagi semuanya sama rata. Sistem zonasi menjadi salah satu program pemerintah guna meniadakan kesenjangan sosial antar sekolah.

Potensi Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia tentu merupakan hal yang sulit karena Indonesia terdiri dari berbagai pulau serta budaya yang berbeda-beda. Tidak mudah untuk menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia.

Dengan diterapkannya kurikulum 2013 ini guru menjadi lebih fleksibel dalam mengajar siswanya. Meskipun sudah ada kompetensi dasar, inti maupun bu guru dan siswa tetapi guru masih bisa membuat indikator masing-masing dengan menyesuaikan pada wilayahnya masing-masing. Karena Indonesia memiliki yang sangat beragam dengan corak budaya yang juga sangat berbeda.

Kondisi dari setiap wilayahnya juga berbeda tentu saja tidak bisa disamakan sehingga dengan kurikulum tersebut dapat membuat guru melakukan penyesuaian tergantung dari wilayahnya masing-masing. Buku yang menjadi sumber pegangan bagi guru dan juga siswa ini masih bisa dikembangkan secara luas.

Masalah Yang Harus diselesaikan Oleh Pendidikan Indonesia

Ada beberapa hal yang masih menjadi masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia yang harus segera diselesaikan. Masalah tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Jumlah siswa dengan prestasi rendah masih banyak. Presiden Jokowi menuturkan bahwa untuk menekan jumlah siswa yang berprestasi rendah perlu lebih banyak usaha. Untuk tahun 2030, Beliau menargetkan pengurangan jumlah siswa berprestasi rendah hingga 10-15%
  • Persentase siswa mengulang kelas masih tinggi. Tak hanya siswa yang rendah prestasi tetapi juga jumlah siswa yang mengulang di kelas masih tinggi bahkan mencapai 16%. Bahkan jumlah ini juga terbilang lebih banyak jika dibanding dengan negara OECD.
  • Persentase dari ketidakhadiran siswa juga sangat tinggi. Ketidakhadiran siswa di kelas bahkan di sekolah bisa disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya kenakalan remaja. Siswa tersebut sudah berangkat dari rumah tetapi tidak pernah hadir di sekolah. Mereka memiliki markas tersendiri untuk bermain atau melakukan kegiatan selama jam sekolah berlangsung. Tentunya hal ini juga perlu penanganan yang sangat serius.

Cara Meningkatkan Pendidikan Di Indonesia

Karena masih ada beberapa masalah serius yang harus di selesaikan dalam dunia pendidikan di Indonesia, pemerintah dan pihak sekolah terus memikirkan berbagai cara untuk melakukan peningkatan bagi sektor pendidikan. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

Perlu penerapan beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia yaitu sebagai berikut.

  • Memberikan fasilitas bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dengan mengikuti berbagai pelatihan terkait
  • Memberikan dukungan kepada guru dalam bentuk teknologi sebagai sarana untuk pengajaran siswa
  • Memberikan beasiswa bagi guru yang ingin melakukan pendalaman ilmu
  • Peningkatan kesejahteraan guru
  • Menerapkan pola pikir bahwa guru juga merupakan siswa yang masih harus belajar
  1. Peningkatan Efisiensi Proses Belajar Mengajar

Proses belajar harus terus diperbaharui sehingga mendapatkan proses belajar yang sesuai dan nyaman. Harus diketahui apakah proses belajar yang saat ini diterapkan sudah sesuai dengan siswa ataukah belum.

Proses belajar yang nyaman bagi siswa akan membuat siswa jadi lebih bersemangat dan mampu menerima pelajaran dengan baik. Pemanfaatan teknologi juga bisa menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang tidak membosankan.

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Pelayanan Kesehatan

Penduduk Indonesia yang termasuk dalam kategori lansia atau lanjut usia yaitu yang memiliki usia lebih dari 60 tahun. Usia ini tentu saja memiliki resiko terkena penyakit lebih tinggi dari usia muda. Untuk lansia sendiri di bagi menjadi beberapa kategori lainnya yaitu pra lansia, lansia muda, lansia madya dan lansia tua yaitu sebagai berikut.

  • Usia 45-59 tahun dikatakan sebagai pra lansia
  • Usia 60-69 tahun dikatakan sebagai lansia muda
  • Usia 70-79 tahun dikatakan sebagai lansia madya
  • Usia 80-89 tahun dikatakan sebagai lansia tua

Semakin bertambah usia maka permasalahan seperti kesehatan, sosial dan ekonomi juga terus bertambah. Karena permasalahan itulah diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan pelayanan kesehatan. Sejak usia pra lansia tentunya harus sudah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Peningkatan Permasalahan Kesehatan Pada Lansia

Lansia akan mengalami penurunan kesehatan seiring bertambahnya usia. Penurunan kesehatan lansia ini ditandai dengan daya tahan fisik yang terus menurun sehingga lansia rentan terkena penyakit. Beberapa penurunan fungsi fisik lansia di antaranya terjadi pada sistem saraf, limpa, hati, perut, penurunan fungsi panca indera, serta kemampuan motorik juga ikut menurun.

Penyakit yang sering diderita oleh lansia seiring bertambahnya usia yaitu hipertensi, stroke, artristis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK dan diabetes melitus. Penurunan daya tahan tubuh lansia ini diakibatkan oleh kemunduran sel-sel di dalam tubuh. Sel dalam tubuh sudah tidak lagi dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.

Penyakit tersebut sering dijumpai pada lansia sehingga pencegahan dan penanganan yang tepat perlu dilakukan sejak dini. Selain berdampak pada kesehatan fisik juga terdapat dampak pada aspek psikologis dari lansia tersebut.

Umumnya seorang lansia sudah dianggap tidak memberikan manfaat lagi dalam bidang ekonomi khususnya dalam lingkup keluarga. Karena anggapan tersebut justru membuat kondisi psikologis lansia menjadi terganggu dan lansia tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan masa tuanya.

Hal tersebut akan berdampak pada kesejahteraan lansia. Sehingga diharapkan dengan adanya pelayanan kesehatan bagi usia lanjut dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga lansia bisa lebih sehat, produktif serta berkualitas.

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Lansia

Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia pastinya akan melibatkan berbagai pihak seperti dari pemerintah, swasta dan juga masyarakat itu sendiri. Antara ketiga pihak tersebut perlu bersinergi untuk peningkatan kesehatan bagi kelompok usia lanjut.

Pemerintah Indonesia wajib untuk menjamin ketersediaan pelayanan serta fasilitas kesehatan sehingga kelompok lanjut usia dapat hidup mandiri serta produktif. Penyediaan sarana kesehatan bagi masyarakat lanjut usia yang berkualitas perlu adanya penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia atau PERGEMI merupakan perhimpunan yang membantu pemerintah untuk pelayanan kesehatan bagi usia lanjut.

PERGEMI ini membantu pemerintah dalam pembuatan kebijakan pelayanan kesehatan lanjut serta kegiatan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat usia lanjut.

Lansia harus menerima pelayanan kesehatan sejak dini yaitu sejak pra lansia pada usia 45 – 59 tahun. Pelayanan dan pembinaan kesehatan untuk lansia ini dilakukan dengan menekankan pada faktor resiko yang memang harus dihindari untuk melakukan pencegahan penyakit yang mungkin saja terjadi pada lansia.

Selain itu, pelayanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut juga perlu memperhatikan faktor protektif demi peningkatan kesehatan dari lansia. Indonesia tentu sudah melakukan peningkatan pelayanan kesehatan pada lansia dengan adanya pusat pelayanan geriatri yang ada di rumah sakit.

Selain pelayanan geriatri, ada juga pelayanan kesehatan bagi lansia di puskesmas terdekat, saat ini juga banyak di dirikan rumah peduli bagi lansia yang berkebutuhan khusus. Program Pos Layanan Terpadu (Posyandu) untuk masyarakat lanjut usia juga rutin di selenggarakan setiap bulannya.

Program – program yang sudah diselenggarakan oleh pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang sudah berusia lanjut. Edukasi juga sangat penting dilakukan. Tidak hanya untuk masyarakat yang sudah berusia lanjut saja tetapi untuk pra lansia ataupun pendamping lansia.

Karena tidak hanya dari segi fisik saja yang menjadi masalah terberat lansia tetapi dari bidang psikologis lansia sendiri juga sudah banyak memiliki beban. Harus beradaptasi dan berhadapan dengan stigma – stigma bahwa lansia sudah tidak lagi bermanfaat terutama dalam segi ekonomi.

Selain peran dari pemerintah Indonesia dan swasta perlu juga kesadaran dalam diri kelompok usia lanjut yang terkait. Setiap individu harus secara sadar mempersiapkan masa lanjut usia sedini mungkin serta sebaik mungkin. Karena semua akan mudah apabila dimulai dari diri sendiri.

Percuma saja apabila pemerintah sudah banyak membuat program untuk meningkatkan kesejahteraan dari kelompok usia lanjut tetapi masyarakatnya sendiri tidak mau berupaya untuk menjadi sehat, produktif dan berkualitas. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dari semua pihak yang berkaitan.

6 Masalah Gizi Pada Anak dan Remaja

Masalah gizi menjadi permasalahan yang serius yang harus segera di tangani. Gizi menjadi hal yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Tak hanya anak-anak Indonesia yang mengalami masalah pada gizi tetapi untuk tingkat remaja juga banyak yang mengalami masalah ini.

Padahal seperti yang kita ketahui, masa remaja merupakan masa yang amat penting dalam pembentukan perilaku yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan. Sehingga penanganan masalah gizi di Indonesia harus ditangani dengan serius. Guna memaksimalkan perkembangan anak-anak hingga remaja Indonesia.

6 Masalah Gizi Anak & Remaja Indonesia Yang Rawan Terjadi

Setidaknya ada 6 masalah gizi anak di Indonesia yang sangat rawan terjadi. Simak penjelasannya berikut ini!

  • Kurus (Wasting)

Masalah gizi pertama yang sering ditemukan pada anak-anak di Indonesia yaitu kurus atau wasting. Terutama pada keluarga miskin atau kurang mampu sering kali ditemukan anak dengan badan yang sangat kurus. Tubuh yang kurus pada anak ini umumnya karena kekurangan asupan gizi yang menopang pertumbuhan.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan di tahun 2018 sebanyak 10,19% merupakan balita kurus. Angka tersebut tentunya cukup besar, masalah kurus yang dialami oleh anak-anak ini dapat meningkatkan resiko anak mengalami berbagai penyakit seperti infeksi maupun terjadinya gangguan pada hormonal anak.

Perlu dilakukan pencegahan sehingga angka prevalensi wasting pada balita ini mengalami penurunan untuk tahun selanjutnya. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan memastikan anak-anak mengonsumsi gizi seimbang.

  • Obesitas

Tak hanya kekurangan berat badan yang menjadi masalah gizi pada anak tetapi obesitas atau kelebihan berat badan juga jadi masalah. Obesitas ini disebabkan karena anak cenderung makan makanan yang mengandung banyak penyedap serta kurang melakukan aktivitas fisik. Mulai dari anak – anak hingga remaja banyak yang mengalami obesitas ini.

Menurut Riskesdas (2013) 8 dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas. Upaya untuk melakukan pencegahan obesitas adalah dengan mengatur pola maka, makan banyak sayur dan buah, serta mengurangi makanan cepat saji yang berpenyedap.

Obesitas ini dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit pada anak seperti diabetes, hipertensi, osteoporosis, dan lain sebagainya. Aktivitas fisik seperti olahraga rutin atau melakukan kegiatan rumah dapat menjadi salah satu pendukung yang juga harus dilakukan.

  • Bertumbuh Pendek (Stunting)

Anak Indonesia kebanyakan bertubuh pendek bahkan rata-rata anak di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah standar dari WHO. Kekurangan gizi kronis pada anak dapat menyebabkan stunting.

Stunting sendiri akan menyebabkan berbagai penyakit seperti penurunan sistem kekebalan tubuh anak, gangguan metabolisme serta penurunan sistem kognitif pada anak. Bahkan stunting juga dapat menurunkan IQ pada anak sebesar 5 sampai 10 poin.

  • Anemia

Penyebab anemia pada anak yaitu karena kekurangan zat besi yang dapat berdampak buruk seperti imun tubuh yang menurun, penurunan konsentrasi, penurunan prestasi belajar anak, serta produktivitas juga ikut menurun.

Selain itu, anemia juga merupakan suatu masalah nutrisi yang terjadi pada remaja Indonesia. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak baik atau salah. Permasalahan gizi tersebut dapat dicegah dengan upaya mengonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi, vitamin C, vitamin A, asam folat serta makanan yang mengandung zinc.

Selain makanan, bisa juga dengan mengonsumsi suplemen vitamin yang memiliki kandungan tersebut.

  • Kekurangan Vitamin A (KVA)

Kekurangan vitamin A juga merupakan salah satu masalah gizi pada anak meskipun masalah kekurangan vitamin A masih bisa dikendalikan tetapi dampaknya akan sangat buruk apabila sudah terjadi.

Kekurangan vitamin A pada anak ini dapat menyebabkan masalah pada penglihatan atau kesehatan mata akan terganggu. Bahkan kekurangan vitamin A pada anak ini juga dapat meningkatkan resiko infeksi dan juga campak. Tetapi tidak perlu khawatir karena Indonesia telah berupaya menanggulangi penyakit ini dengan memberikan vitamin A setiap 6 bulan sekali di puskesmas.

  • Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Kekurangan iodium pada anak dapat mengakibatkan kerusakan otak sehingga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif serta motorik pada anak yang dapat mempengaruhi kinerja anak di sekolah.

Kekurangan iodium pada anak juga dapat menyebabkan penyakit gondok dan hormon tiroid yang rendah. Penanggulangan kekurangan iodium ini dilakukan dengan mengonsumsi garam yang sudah mengandung iodium minimal 30 ppm. Pastikan keluarga Anda di rumah mengonsumsi garam dengan kandungan iodium.

Penanganan masalah gizi pada anak ini harus dilakukan sedini mungkin. Edukasi untuk orang tua harus terus disampaikan pada saat pelaksanaan posyandu bulanan. Kurangnya edukasi juga bisa menjadi faktor penyebab kurangnya gizi pada anak.

Selalu berikan keluarga Anda gizi yang seimbang seperti buah dan sayur yang cukup sehingga keluarga Anda terhindar dari masalah gizi buruk. Kebiasaan hidup sehat dan pola makan juga harus diperbaiki.

7 Langkah Ciptakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Pola hidup masyarakat yang beragam dan cenderung banyak yang memiliki pola hidup tidak sehat membuat munculnya berbagai penyakit baik yang menular maupun yang tidak menular. Penyakit menular yang ada pada masyarakat di antaranya infeksi saluran pernapasan, diare, dan tuberkulosis. Penyakit yang tidak menular di antaranya hipertensi, stroke, jantung, kanker dan diabetes.

Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Penyakit Tidak Menular

Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan resiko penyakit tidak menular pada masyarakat di antaranya sebagai berikut.

  • Aktivitas fisik yang kurang
  • Masyarakat kurang mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur
  • Minum-minuman keras atau alkohol
  • Merokok
  • Melakukan buang air besar disembarang tempat

Selain beberapa faktor di atas ada juga faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap penyebab penyakit tidak menular pada masyarakat ini. Seperti gas dari kendaraan bermotor, asap rokok, limbah yang dibuang disungai, logam berat dan pestisida sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Pencemaran lingkungan tersebut dapat menyebabkan polusi udara, pencemaran sumber air, pencemaran tanah, dan produk pertanian yang berakibat buruk bagi kesehatan jika terus terjadi.

Untuk menekan penyakit tidak menular pada masyarakat maka dilakukanlah program gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas oleh pemerintah.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)

Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan tindakan yang dilakukan secara sistematis dan juga terencana yang dilakukan bersama-sama dan oleh seluruh komponen dengan penuh kemauan, kesadaran serta kemampuan untuk berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup.

Germas ini diharapkan dapat berdampak pada masyarakat antara lain masyarakat lebih produktif, kesehatannya terjaga, lingkungan yang bersih sehingga biaya pengobatan akan berkurang karena resiko penyakit ikut berkurang.

7 Langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Ada 7 bentuk kegiatan yang dianjurkan pemerintah untuk gerakan masyarakat hidup sehat. Berikut merupakan 7 langkah untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat sesuai anjuran pemerintah.

  1. Melakukan Aktivitas Fisik

Teknologi yang saat ini sudah sangat modern membuat masyarakat minim dalam melakukan aktivitas fisik. Semua dapat dilakukan dengan bantuan dari teknologi sebagai contoh mencuci baju saat ini dapat dilakukan dengan mesin cuci. Bepergian dilakukan dengan kendaraan seperti motor.

Bahkan hanya sekedar pergi ke warung terdekat saja banyak dari masyarakat yang mengendarai motor. Kehadiran televisi dan handphone juga membuat masyarakat minim melakukan aktivitas fisik karena terus sibuk menonton baik melalui televisi atau handphone.

Sehingga langkah untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat ialah dengan melakukan aktivitas fisik. Mulai dari aktivitas fisik ringan seperti menyapu, berjalan di sekitar sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat dengan hal tersebut.

  1. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Konsumsi sayur dan buah menjadi hal yang seharusnya dilakukan setiap hari oleh masyarakat. Tetapi pada kenyataannya makanan cepat saji menjadi pilihan karena dirasa lebih praktis dalam segala hal.

Makanan yang justru tidak sehat malah banyak dikonsumsi masyarakat dan membuat konsumsi buah dan sayur harian di masyarakat berkurang. Oleh karena itu Germas menjadikan konsumsi buah dan sayur sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

  1. Tidak Merokok

Merokok menjadi salah satu kebiasaan buruk yang juga akan berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih lagi bukan hanya perokok aktif yang akan menerima dampak buruknya tetapi juga perokok pasif atau yang ikut menghirup asap rokok juga turut terkena imbasnya.

Sebelum terjerumus, sebaiknya masyarakat tidak merokok dan jika yang sudah terlanjur sebaiknya berhenti untuk merokok.

  1. Tidak Minum Alkohol

Minuman alkohol juga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh sama seperti merokok. Selain bertentangan dengan norma yang berlaku alkohol juga dapat memperburuk kesehatan tubuh.

  1. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan oleh masyarakat. Langkah ini dapat menjadi upaya untuk deteksi dini penyakit. Pengecekan kesehatan ini dapat meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, tensi darah, kadar gula darah, pengecekan kolesterol, pengecekan fungsi mata, pengecekan arus puncak ekspirasi dan juga deteksi dini kanker leher rahim.

Pengecekan kesehatan tersebut harus dilakukan rutin meskipun masyarakat tidak mengalami keluhan kesehatan apa pun.

  1. Membersihkan Lingkungan

Membersihkan lingkungan juga sangat penting untuk meningkatkan pola hidup sehat pada masyarakat. Sebab lingkungan yang kumuh akan membuat kesehatan jadi terganggu. Dalam skala kecil membersihkan lingkungan ini seperti mengelola sampah rumah tangga dengan baik jangan berserakan hingga menimbulkan bau dan lain sebagainya.

Karena lingkungan yang kotor dapat menjadi vektor penyebaran penyakit bagi masyarakat sekitar. Membersihkan selokan juga sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

  1. Menggunakan Jamban

Tak jarang masih banyak masyarakat yang buang air besar di luar jamban sehingga dapat meningkatkan resiko penularan untuk berbagai jenis penyakit. Gerakan masyarakat hidup sehat mengambil langkah untuk masyarakat harus membuang kotoran menggunakan jamban. Tidak di sungai atau sembarang tempat yang bisa meningkatkan resiko penularan.