Makanan Pedas Yang Kaya Akan Manfaat

Apakah Anda menyukai makanan yang pedas? Sebagian besar orang Indonesia akan menjawab “Ya”. Bagi kebanyakan orang rasanya tak lengkap jika makan tidak berasa pedas.

Makanan yang berasa pedas ini berasal dari bahan pelengkap yang disebut sambal. Di Indonesia, bahan pelengkap atau kondimen ini dibuat dari cabai. Ya, rasa pedas memang sangat identik dengan cabai.

Jika mendengar kata pedas pasti yang ada di pikiran Anda adalah cabai. Padahal rasa pedas tidak hanya berasal dari cabai saja, namun bisa berasal dari paprika, lada dan lain sebagainya. Di Indonesia kondimen yang satu ini banyak sekali macamnya.

Semua wilayah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing dengan nama dan cara membuat yang berbeda-beda. Meski hanya sebagai bahan pelengkap saja ternyata manfaatnya banyak sekali bagi tubuh dan kesehatan.

Manfaat Sambal Yang Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda apa saja manfaatnya? Jika Anda penasaran, simak informasi di bawah ini.

  • Bermanfaat bagi Kesehatan Jantung

Tahukah Anda makanan pedas ternyata bisa menurunkan kadar kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Makanan pedas dapat menjaga kesehatan jantung. Dengan adanya kandungan berbagai vitamin yang ada pada cabai, otot dinding jantung menjadi kuat.

Jadi dengan mengonsumsi cabai ini dapat mengurangi risiko terkena stroke dan penyakit jantung. Karena dengan jantung yang sehat dapat memompa darah dengan baik sehingga sirkulasi darah berjalan lancar. Beberapa jurnal juga menyebutkan bahwa cabai dapat menurunkan tekanan darah.

Wah sangat banyak sekali manfaat yang dimiliki cabai sebagai makanan pedas. Selain merasakan sensasi yang nikmat, Anda juga dapat memperoleh manfaat yang baik jika dikonsumsi sesuai porsinya.

  • Bermanfaat bagi Otak

Manfaat selanjutnya sangat berguna bagi organ tubuh Anda yang lain yaitu otak. Peneliti menyebutkan cabai mengandung senyawa flavonoid yang sangat baik bagi daya ingat Anda. Anda akan lebih berkonsentrasi lagi jika mengonsumsi makanan pedas yang satu ini.

Fungsi flavonoid ini selain sebagai nutrisi juga dapat menguatkan hubungan antara sel-sel otak yang berpengaruh pada daya ingat Anda.

  • Menurunkan depresi

Selain bermanfaat bagi otak, adanya flavonoid pada cabai juga berguna pada kesehatan mental. Ketika Anda mengonsumsi makan pedas, akan memacu produksi endorfin dan dopamin yang membuat Anda rileks. Perlu Anda ketahui bahwa dua zat ini Anda dapat ketika Anda berolahraga.

Ternyata dengan mengonsumsi makanan pedas dapat menurunkan depresi.

  • Mengurangi rasa sakit

Beberapa jurnal menyebutkan sambal bisa mengurangi dan meredakan rasa sakit akibat cedera. Berbeda halnya ketika Anda merasakan makanan pedas pasti Anda akan merasakan sensasi lidah merasakan sensasi seperti terbakar pada lidah Anda. Namun ketika Anda mengoleskan ke tangan atau kaki Anda yang sedang cedera, maka rasa sakit tersebut akan memudar.

Dengan adanya kandungan capsaicin ini akan membuat syaraf Anda lama kelamaan tidak merasakan sakit. Perlu diingat bahwa kegunaannya berlaku ketika Anda cedera atau artristis, bukan untuk luka yang terbuka atau luka bakar.

Apakah Makanan Pedas Dapat Menurunkan Berat Badan?

  • Berguna pada proses metabolisme

Dengan mengonsumsi makanan pedas, suhu tubuh Anda akan meningkat. Karena kondisi itulah membuat metabolisme tubuh Anda juga meningkat. Hal ini yang dapat membakar kalori Anda.

Akibatnya berat badan Anda akan turun. Berdasarkan penelitian menyebutkan makanan pedas cocok untuk diet.

  • Bermanfaat pada proses pencernaan

Sama halnya dengan proses metabolisme. Makanan pedas juga bermanfaat pada proses pencernaan. Saat Anda mengonsumsi makanan pedas, pencernaan Anda akan lancar.

Selain dapat meredakan rasa sakit pada permukaan tubuh yang merujuk pada syaraf. Capsaicin juga akan meredakan peradangan yang ada pada usus

  • Menekan nafsu makan

Capsaicin akan memacu produksi hormon yang membuat kenyang. Itulah alasan mengapa makanan pedas dapat menekan nafsu makan. Pada jurnal kesehatan disebutkan bahwa makanan pedas dapat meningkatkan energi dengan konsumsi kalori yang rendah.

Itulah beberapa manfaat dari sambal yang efektif pada kesehatan tubuh. Namun perlu diingat bahwa makanan pedas yang Anda konsumsi ini berasal dari bahan alami.

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Pelayanan Kesehatan

Penduduk Indonesia yang termasuk dalam kategori lansia atau lanjut usia yaitu yang memiliki usia lebih dari 60 tahun. Usia ini tentu saja memiliki resiko terkena penyakit lebih tinggi dari usia muda. Untuk lansia sendiri di bagi menjadi beberapa kategori lainnya yaitu pra lansia, lansia muda, lansia madya dan lansia tua yaitu sebagai berikut.

  • Usia 45-59 tahun dikatakan sebagai pra lansia
  • Usia 60-69 tahun dikatakan sebagai lansia muda
  • Usia 70-79 tahun dikatakan sebagai lansia madya
  • Usia 80-89 tahun dikatakan sebagai lansia tua

Semakin bertambah usia maka permasalahan seperti kesehatan, sosial dan ekonomi juga terus bertambah. Karena permasalahan itulah diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan pelayanan kesehatan. Sejak usia pra lansia tentunya harus sudah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Peningkatan Permasalahan Kesehatan Pada Lansia

Lansia akan mengalami penurunan kesehatan seiring bertambahnya usia. Penurunan kesehatan lansia ini ditandai dengan daya tahan fisik yang terus menurun sehingga lansia rentan terkena penyakit. Beberapa penurunan fungsi fisik lansia di antaranya terjadi pada sistem saraf, limpa, hati, perut, penurunan fungsi panca indera, serta kemampuan motorik juga ikut menurun.

Penyakit yang sering diderita oleh lansia seiring bertambahnya usia yaitu hipertensi, stroke, artristis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK dan diabetes melitus. Penurunan daya tahan tubuh lansia ini diakibatkan oleh kemunduran sel-sel di dalam tubuh. Sel dalam tubuh sudah tidak lagi dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.

Penyakit tersebut sering dijumpai pada lansia sehingga pencegahan dan penanganan yang tepat perlu dilakukan sejak dini. Selain berdampak pada kesehatan fisik juga terdapat dampak pada aspek psikologis dari lansia tersebut.

Umumnya seorang lansia sudah dianggap tidak memberikan manfaat lagi dalam bidang ekonomi khususnya dalam lingkup keluarga. Karena anggapan tersebut justru membuat kondisi psikologis lansia menjadi terganggu dan lansia tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan masa tuanya.

Hal tersebut akan berdampak pada kesejahteraan lansia. Sehingga diharapkan dengan adanya pelayanan kesehatan bagi usia lanjut dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga lansia bisa lebih sehat, produktif serta berkualitas.

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Lansia

Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia pastinya akan melibatkan berbagai pihak seperti dari pemerintah, swasta dan juga masyarakat itu sendiri. Antara ketiga pihak tersebut perlu bersinergi untuk peningkatan kesehatan bagi kelompok usia lanjut.

Pemerintah Indonesia wajib untuk menjamin ketersediaan pelayanan serta fasilitas kesehatan sehingga kelompok lanjut usia dapat hidup mandiri serta produktif. Penyediaan sarana kesehatan bagi masyarakat lanjut usia yang berkualitas perlu adanya penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia atau PERGEMI merupakan perhimpunan yang membantu pemerintah untuk pelayanan kesehatan bagi usia lanjut.

PERGEMI ini membantu pemerintah dalam pembuatan kebijakan pelayanan kesehatan lanjut serta kegiatan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat usia lanjut.

Lansia harus menerima pelayanan kesehatan sejak dini yaitu sejak pra lansia pada usia 45 – 59 tahun. Pelayanan dan pembinaan kesehatan untuk lansia ini dilakukan dengan menekankan pada faktor resiko yang memang harus dihindari untuk melakukan pencegahan penyakit yang mungkin saja terjadi pada lansia.

Selain itu, pelayanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut juga perlu memperhatikan faktor protektif demi peningkatan kesehatan dari lansia. Indonesia tentu sudah melakukan peningkatan pelayanan kesehatan pada lansia dengan adanya pusat pelayanan geriatri yang ada di rumah sakit.

Selain pelayanan geriatri, ada juga pelayanan kesehatan bagi lansia di puskesmas terdekat, saat ini juga banyak di dirikan rumah peduli bagi lansia yang berkebutuhan khusus. Program Pos Layanan Terpadu (Posyandu) untuk masyarakat lanjut usia juga rutin di selenggarakan setiap bulannya.

Program – program yang sudah diselenggarakan oleh pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang sudah berusia lanjut. Edukasi juga sangat penting dilakukan. Tidak hanya untuk masyarakat yang sudah berusia lanjut saja tetapi untuk pra lansia ataupun pendamping lansia.

Karena tidak hanya dari segi fisik saja yang menjadi masalah terberat lansia tetapi dari bidang psikologis lansia sendiri juga sudah banyak memiliki beban. Harus beradaptasi dan berhadapan dengan stigma – stigma bahwa lansia sudah tidak lagi bermanfaat terutama dalam segi ekonomi.

Selain peran dari pemerintah Indonesia dan swasta perlu juga kesadaran dalam diri kelompok usia lanjut yang terkait. Setiap individu harus secara sadar mempersiapkan masa lanjut usia sedini mungkin serta sebaik mungkin. Karena semua akan mudah apabila dimulai dari diri sendiri.

Percuma saja apabila pemerintah sudah banyak membuat program untuk meningkatkan kesejahteraan dari kelompok usia lanjut tetapi masyarakatnya sendiri tidak mau berupaya untuk menjadi sehat, produktif dan berkualitas. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dari semua pihak yang berkaitan.

6 Masalah Gizi Pada Anak dan Remaja

Masalah gizi menjadi permasalahan yang serius yang harus segera di tangani. Gizi menjadi hal yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Tak hanya anak-anak Indonesia yang mengalami masalah pada gizi tetapi untuk tingkat remaja juga banyak yang mengalami masalah ini.

Padahal seperti yang kita ketahui, masa remaja merupakan masa yang amat penting dalam pembentukan perilaku yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan. Sehingga penanganan masalah gizi di Indonesia harus ditangani dengan serius. Guna memaksimalkan perkembangan anak-anak hingga remaja Indonesia.

6 Masalah Gizi Anak & Remaja Indonesia Yang Rawan Terjadi

Setidaknya ada 6 masalah gizi anak di Indonesia yang sangat rawan terjadi. Simak penjelasannya berikut ini!

  • Kurus (Wasting)

Masalah gizi pertama yang sering ditemukan pada anak-anak di Indonesia yaitu kurus atau wasting. Terutama pada keluarga miskin atau kurang mampu sering kali ditemukan anak dengan badan yang sangat kurus. Tubuh yang kurus pada anak ini umumnya karena kekurangan asupan gizi yang menopang pertumbuhan.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan di tahun 2018 sebanyak 10,19% merupakan balita kurus. Angka tersebut tentunya cukup besar, masalah kurus yang dialami oleh anak-anak ini dapat meningkatkan resiko anak mengalami berbagai penyakit seperti infeksi maupun terjadinya gangguan pada hormonal anak.

Perlu dilakukan pencegahan sehingga angka prevalensi wasting pada balita ini mengalami penurunan untuk tahun selanjutnya. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan memastikan anak-anak mengonsumsi gizi seimbang.

  • Obesitas

Tak hanya kekurangan berat badan yang menjadi masalah gizi pada anak tetapi obesitas atau kelebihan berat badan juga jadi masalah. Obesitas ini disebabkan karena anak cenderung makan makanan yang mengandung banyak penyedap serta kurang melakukan aktivitas fisik. Mulai dari anak – anak hingga remaja banyak yang mengalami obesitas ini.

Menurut Riskesdas (2013) 8 dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas. Upaya untuk melakukan pencegahan obesitas adalah dengan mengatur pola maka, makan banyak sayur dan buah, serta mengurangi makanan cepat saji yang berpenyedap.

Obesitas ini dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit pada anak seperti diabetes, hipertensi, osteoporosis, dan lain sebagainya. Aktivitas fisik seperti olahraga rutin atau melakukan kegiatan rumah dapat menjadi salah satu pendukung yang juga harus dilakukan.

  • Bertumbuh Pendek (Stunting)

Anak Indonesia kebanyakan bertubuh pendek bahkan rata-rata anak di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah standar dari WHO. Kekurangan gizi kronis pada anak dapat menyebabkan stunting.

Stunting sendiri akan menyebabkan berbagai penyakit seperti penurunan sistem kekebalan tubuh anak, gangguan metabolisme serta penurunan sistem kognitif pada anak. Bahkan stunting juga dapat menurunkan IQ pada anak sebesar 5 sampai 10 poin.

  • Anemia

Penyebab anemia pada anak yaitu karena kekurangan zat besi yang dapat berdampak buruk seperti imun tubuh yang menurun, penurunan konsentrasi, penurunan prestasi belajar anak, serta produktivitas juga ikut menurun.

Selain itu, anemia juga merupakan suatu masalah nutrisi yang terjadi pada remaja Indonesia. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak baik atau salah. Permasalahan gizi tersebut dapat dicegah dengan upaya mengonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi, vitamin C, vitamin A, asam folat serta makanan yang mengandung zinc.

Selain makanan, bisa juga dengan mengonsumsi suplemen vitamin yang memiliki kandungan tersebut.

  • Kekurangan Vitamin A (KVA)

Kekurangan vitamin A juga merupakan salah satu masalah gizi pada anak meskipun masalah kekurangan vitamin A masih bisa dikendalikan tetapi dampaknya akan sangat buruk apabila sudah terjadi.

Kekurangan vitamin A pada anak ini dapat menyebabkan masalah pada penglihatan atau kesehatan mata akan terganggu. Bahkan kekurangan vitamin A pada anak ini juga dapat meningkatkan resiko infeksi dan juga campak. Tetapi tidak perlu khawatir karena Indonesia telah berupaya menanggulangi penyakit ini dengan memberikan vitamin A setiap 6 bulan sekali di puskesmas.

  • Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Kekurangan iodium pada anak dapat mengakibatkan kerusakan otak sehingga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif serta motorik pada anak yang dapat mempengaruhi kinerja anak di sekolah.

Kekurangan iodium pada anak juga dapat menyebabkan penyakit gondok dan hormon tiroid yang rendah. Penanggulangan kekurangan iodium ini dilakukan dengan mengonsumsi garam yang sudah mengandung iodium minimal 30 ppm. Pastikan keluarga Anda di rumah mengonsumsi garam dengan kandungan iodium.

Penanganan masalah gizi pada anak ini harus dilakukan sedini mungkin. Edukasi untuk orang tua harus terus disampaikan pada saat pelaksanaan posyandu bulanan. Kurangnya edukasi juga bisa menjadi faktor penyebab kurangnya gizi pada anak.

Selalu berikan keluarga Anda gizi yang seimbang seperti buah dan sayur yang cukup sehingga keluarga Anda terhindar dari masalah gizi buruk. Kebiasaan hidup sehat dan pola makan juga harus diperbaiki.

7 Langkah Ciptakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Pola hidup masyarakat yang beragam dan cenderung banyak yang memiliki pola hidup tidak sehat membuat munculnya berbagai penyakit baik yang menular maupun yang tidak menular. Penyakit menular yang ada pada masyarakat di antaranya infeksi saluran pernapasan, diare, dan tuberkulosis. Penyakit yang tidak menular di antaranya hipertensi, stroke, jantung, kanker dan diabetes.

Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Penyakit Tidak Menular

Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan resiko penyakit tidak menular pada masyarakat di antaranya sebagai berikut.

  • Aktivitas fisik yang kurang
  • Masyarakat kurang mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur
  • Minum-minuman keras atau alkohol
  • Merokok
  • Melakukan buang air besar disembarang tempat

Selain beberapa faktor di atas ada juga faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap penyebab penyakit tidak menular pada masyarakat ini. Seperti gas dari kendaraan bermotor, asap rokok, limbah yang dibuang disungai, logam berat dan pestisida sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Pencemaran lingkungan tersebut dapat menyebabkan polusi udara, pencemaran sumber air, pencemaran tanah, dan produk pertanian yang berakibat buruk bagi kesehatan jika terus terjadi.

Untuk menekan penyakit tidak menular pada masyarakat maka dilakukanlah program gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas oleh pemerintah.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)

Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan tindakan yang dilakukan secara sistematis dan juga terencana yang dilakukan bersama-sama dan oleh seluruh komponen dengan penuh kemauan, kesadaran serta kemampuan untuk berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup.

Germas ini diharapkan dapat berdampak pada masyarakat antara lain masyarakat lebih produktif, kesehatannya terjaga, lingkungan yang bersih sehingga biaya pengobatan akan berkurang karena resiko penyakit ikut berkurang.

7 Langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Ada 7 bentuk kegiatan yang dianjurkan pemerintah untuk gerakan masyarakat hidup sehat. Berikut merupakan 7 langkah untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat sesuai anjuran pemerintah.

  1. Melakukan Aktivitas Fisik

Teknologi yang saat ini sudah sangat modern membuat masyarakat minim dalam melakukan aktivitas fisik. Semua dapat dilakukan dengan bantuan dari teknologi sebagai contoh mencuci baju saat ini dapat dilakukan dengan mesin cuci. Bepergian dilakukan dengan kendaraan seperti motor.

Bahkan hanya sekedar pergi ke warung terdekat saja banyak dari masyarakat yang mengendarai motor. Kehadiran televisi dan handphone juga membuat masyarakat minim melakukan aktivitas fisik karena terus sibuk menonton baik melalui televisi atau handphone.

Sehingga langkah untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat ialah dengan melakukan aktivitas fisik. Mulai dari aktivitas fisik ringan seperti menyapu, berjalan di sekitar sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat dengan hal tersebut.

  1. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Konsumsi sayur dan buah menjadi hal yang seharusnya dilakukan setiap hari oleh masyarakat. Tetapi pada kenyataannya makanan cepat saji menjadi pilihan karena dirasa lebih praktis dalam segala hal.

Makanan yang justru tidak sehat malah banyak dikonsumsi masyarakat dan membuat konsumsi buah dan sayur harian di masyarakat berkurang. Oleh karena itu Germas menjadikan konsumsi buah dan sayur sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

  1. Tidak Merokok

Merokok menjadi salah satu kebiasaan buruk yang juga akan berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih lagi bukan hanya perokok aktif yang akan menerima dampak buruknya tetapi juga perokok pasif atau yang ikut menghirup asap rokok juga turut terkena imbasnya.

Sebelum terjerumus, sebaiknya masyarakat tidak merokok dan jika yang sudah terlanjur sebaiknya berhenti untuk merokok.

  1. Tidak Minum Alkohol

Minuman alkohol juga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh sama seperti merokok. Selain bertentangan dengan norma yang berlaku alkohol juga dapat memperburuk kesehatan tubuh.

  1. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan oleh masyarakat. Langkah ini dapat menjadi upaya untuk deteksi dini penyakit. Pengecekan kesehatan ini dapat meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, tensi darah, kadar gula darah, pengecekan kolesterol, pengecekan fungsi mata, pengecekan arus puncak ekspirasi dan juga deteksi dini kanker leher rahim.

Pengecekan kesehatan tersebut harus dilakukan rutin meskipun masyarakat tidak mengalami keluhan kesehatan apa pun.

  1. Membersihkan Lingkungan

Membersihkan lingkungan juga sangat penting untuk meningkatkan pola hidup sehat pada masyarakat. Sebab lingkungan yang kumuh akan membuat kesehatan jadi terganggu. Dalam skala kecil membersihkan lingkungan ini seperti mengelola sampah rumah tangga dengan baik jangan berserakan hingga menimbulkan bau dan lain sebagainya.

Karena lingkungan yang kotor dapat menjadi vektor penyebaran penyakit bagi masyarakat sekitar. Membersihkan selokan juga sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

  1. Menggunakan Jamban

Tak jarang masih banyak masyarakat yang buang air besar di luar jamban sehingga dapat meningkatkan resiko penularan untuk berbagai jenis penyakit. Gerakan masyarakat hidup sehat mengambil langkah untuk masyarakat harus membuang kotoran menggunakan jamban. Tidak di sungai atau sembarang tempat yang bisa meningkatkan resiko penularan.